Rabu, 06 Juni 2012

MENGGUGAH SEMANGAT MENULIS

Jurnalistik secara harfiah berasal dari bahasa Prancis jour”  yang berarti “hari” atau “catatan harian”(diary).. Dalam bahasa Belanda journalistiek artinya penyiaran catatan harian. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia definisi Jurnalistik adalah yang menyangkut kewartawanan dan persuratkabaran, kemudian dipertegas dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia bahwa  Jurnalistik adalah “kegiatan untuk menyiapkan, mengedit,
dan menulis surat kabar, majalah, atau berkala lainnya”. Kemudian jika dijelajahi dunia maya, akan muncul banyak definisi Jurnalistik salah satunya yang popoler dapat diambil dari Wikipedia yaitu  Journalism is the craft of conveying news, descriptive material and comment via a widening spectrum of media. These include newspapers, magazines, radio and television, the internet and even, more recently, the cellphone (Jurnalisme adalah kerajinan untuk menyampaikan berita, bahan deskriptif dan komentar melalui pelebaran spektrum media, ini termasuk koran, majalah, radio dan televisi, internet dan bahkan, belakangan ini  ponsel).

Dari berbagai definisi yang ada, ada dua hal pokok yang paling utama yaitu : Berita dan  Orang yang Menyampaikan berita.  

Kegiatan Jurnalistik di lingkungan Peradilan Agama bukan hal baru, website badilag.net menjadi go internasional karena dikelola secara baik dan konsisten. Selain itu seluruh satuan kerja Pengadilan Agama (tingkat banding dan tingkat pertama) sudah memiliki website,  namun sangat disayangkan jika sarana yang sudah disediakan ini tidak dimanfaatkan secara optimal dan maksimal. Ini dapat dibuktikan dengan jika menjelajahi setiap website yang ada (kecuali badilag.net), maka yang terlihat hampir sebagian besar “hanya memenuhi kewajiban” dan “belum menjadi kebutuhan”, seperti updating informasi yang jarang dilakukan, kemudian tidak berminatnya memberi komentar pada tulisan/berita yang disajikan kalaupun ada komentar hanya satu dua saja. Tentunya ini menjadi catatan penting dan dapat diambil kesimpulan sementara bahwa   masih Lemahnya pemanfaatan situs web Pengadilan Agama.

Berdasarkan pengalaman penulis yang walaupun tidak secara khusus menekuni studi bidang jurnalistik namun tetap mencoba untuk terus menggeluti kegiatan jurnalistik ini, maka dalam kesempatan ini ingin berbagi (shared) mudah-mudahan menggugah keinginan untuk paling tidak mengetahui secara singkat kegiatan-kegiatan jurnalistik yang pada akhirnya tergugah untuk menulis.
Sejak tahun 1990 penulis sudah mulai aktif mengelola Koran Kampus bersama beberapa rekan sampai 1992, kemudian pada tahun 1994-1995 ketika penulis mengabdikan diri menjadi PNS di salah satu Pengadilan Agama (PA Kalianda) penulis mengelola bulletin berkala “al-Mizan”, sejak 2009 penulis mulai aktif mengelola website PTA Bandarlampung (http://www.pta-bandarlampung.go.id) dan di tahun 2010 penulis juga mulai mengelola media online salah satu organisasi masyarakat di Provinsi Lampung (http://www.bulletinkahmilampung.blogspot.com)  dan sejak agustus 2011 mengelola blog pribadi (http://ariefhidayatfamily.blogspot.com). Dari pengalaman-pengalaman bukan hanya mengelola tetapi sekaligus menulis, maka penulis sekali lagi ingin berbagi pengalaman nikmatnya menjalani kegiatan jurnalistik.
Tidak perlu jadi wartawan untuk menulis berita.
Belum ada satu aturanpun yang menyebutkan bahwa untuk menulis berita syaratnya harus wartawan (mungkin saya keliru, mohon dibantu). Sehingga siapapun boleh menulis dalam pengertian menyampaikan informasi apapun yang dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu tetap dalam himbauan mari menulis di website kita masing-masing, baik itu berita, artikel,opini dan lain-lain.

Dimulai dari mana?
Untuk sampai kepada keahlian mengelola kegiatan jurnalistik, maka harus dimulai dari pola pikir (paradigm) tentang jurnalistik dengan definisi menyampaikan informasi melalui media. Ubahlah pola pikir yang awalnya kegiatan jurnalistik tidak penting menjadi penting bahkan sangat penting. Setelah pola pikir positif  memandang jurnalistik, maka mulailah dari hal-hal yang kecil yaitu “belajar menulis” dan jangan pernah mengatakan “tidak bisa”.

Dari pengalaman dan pengetahuan yang penulis dapat, untuk menulis sebuah berita paling tidak harus memenuhi 6 unsur pokok yaitu 5 W + 1 H.
What             : Menggambarkan apa yang sedang terjadi .
When            : Menggambarkan kapan terjadi
Where          : Menggambarkan dimana terjadi
Who              : Menggambarkan siapa yang terlibat
Why               : Menggambarkan mengapa bisa terjadi
How              : Menggambarkan bagaimana hasilnya.

Contoh sederhana dalam sebuah penulisan berita :
Bertempat di hotel sukaria (unsur where) pada hari senin, 14 Mei 2012 (unsur when) diselenggarakan rapat kerja Pengadilan Tinggi Agama Bandarlampung (unsur what).   Rapat kerja ini dihadiri oleh Pimpinan Pengadilan Tinggi Agama dan seluruh Ketua serta Panitera/Sekretaris Pengadilan Agama se-Provinsi Lampung (unsur Who).  
Menurut Syamsuddin selaku Panitera/Sekretaris PTA (unsur Who) Rapat kerja ini diselenggarakan  atas dasar surat Badan Urusan Administrasi MA.RI tentang Penyusunan Pagu Indikatif Tahun 2013 (unsur Why). Selanjutnya rapat yang berlangsung selama 1 hari ini menghasilkan program-program prioritas yang akan dimasukkan dalam anggaran tahun 2013 (unsur How).
Kemudian yang perlu diingat 5 W + 1 H adalah rumus baku yang masing-masing unsur tersebut pada dasarnya dapat dieksplore terutama yang berkaitan dengan unsur Why dan How sehingga penerima informasi menjadi lengkap dan  jelas arah dari tulisan ini.

Yang perlu diperhatikan !
Gaya bahasa :
Bedakan bahasa formil dalam penulisan makalah, surat, proposal dan lain – lain dengan penulisan berita seperti di atas. Tulislah dengan gaya bahasa yang menarik dan mudah dipahami oleh penerima informasi.
Kejujuran :
Sangat penting jujur dalam penulisan sebuah berita, tulislah fakta yang terjadi tentunya dengan pengecualian jika nara sumber menyebutnya of the record  sehingg informasi yang disampaikan benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sisipan :
Untuk menarik perhatian penerima informasi diperkenankan menyisipkan gambar berupa (photo-photo, table dan lain-lain) namun demikian sisipkan gambar-gambar yang ada korelasinya dengan materi penulisan, hindari menyisipkan gambar-gambar yang tidak relevan dengan tulisan bahkan hindari menyisipkan gambar-gambar yang dilarang.
Konfirmasi :
Jika diperlukan keterangan lebih lanjut, maka harus konfirmasi dengan nara sumber yang mengetahui pasti peristiwa, ini sangat bermanfaat untuk menghindari kesalahan informasi yang akan disampaikan.
Jangan takut dikritik
Biasanya sebuah tulisan yang muncul menarik minat orang lain untuk komentar, komentarnya bermacam-macam seperti pujian terhadap penulis, pujian terhadap substansi, pujian terhadap nara sumber, bahkan ada juga kritik baik terhadap penulis, substansi yang memuat koreksi juga kritik terhadap nara sumber.
Hal ini jangan membuat penulis takut, justru ini bermanfaat untuk terus meningkatkan kualitas tulisan. 
Waktu tayang :
Penyebaran informasi berita harus cepat, jika perlu saat terjadi langsung diinformasikan sehingga tidak terkesan berita/tulisan yang sudah basi. Tidak ada toleransi batas waktu yang menjadi patokan dalam penyebaran informasi ini, namun demikian barangkali sangat tepat ungkapan lebih cepat akan lebih baik.

Dimana Nikmatnya ?
Apabila kita sudah mulai mencoba-coba untuk memulai memanfaatkan fasilitas website dengan menulis, paling tidak ada banyak kenikmatan yang akan didapat antara lain :
1.         Dapat berbagi informasi kepada orang banyak
2.        Orang lain dapat mengetahui dengan cepat yang sedang terjadi
3.        Informasi yang disajikan dapat dimanfaatkan oleh orang lain
4.        Selalu menemui hal-hal baru
5.        Kenal dan dikenal orang banyak
6.        Mengisi waktu senggang
7.        Menjadi pribadi yang bertanggungjawab.
8.       Bangga jika tulisan diberi komentar
Kemungkinan masih banyak nikmat yang lain, terutama yang memang sudah professional dan focus menggeluti dunia jurnalistik.

Mengakhiri tulisan sederhana ini, sekali lagi penulis menyampaikan bahwa kegiatan jurnalistik dari menulis merupakan kegiatan yang bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain, sehingga website yang tersedia diseluruh satuan kerja Pengadilan Agama (Tingkat Banding dan Tingkat Pertama) se-Indonesia untuk terus beraktifitas dengan cara berbagi informasi yang selalu baru. Benar jika muncul pernyataan kegiatan ini bukan Tugas Pokok dan Fungsi Pengadilan Agama, tetapi pertanyaannya adalah lalu siapa yang akan menyampaikan tugas pokok dan fungsi Pengadilan Agama kepada masyarakat. Oleh karena itu jujur kita katakan bahwa masih sempat jika kita luangkan waktu sedikit untuk lebih perduli dengan fasilitas website yang ada. Jika tidak menulis maka komentari tulisan yang ada.
Beberapa catatan di atas, bukan untuk menggurui namun hanya untuk menggugah, jika tertulis diatas beberapa catatan bagaimana cara menulis dan manfaatnya itu hanya sisipan saja dengan harapan bagi yang akan menggunakannya mudah-mudahan bermanfaat dan dapat dikembangkan.
Sekali lagi, jangan sia-siakan kesempatan menjadi penyampai informasi pertama, semua pasti bisa. (ahid)


Tulisan yang sama sudah dimuat di :
Nikmatnya menjadi jurnalis online      (badilag.net)
Nikmatnya menjadi jurnalis online      (pta-bandarlampung.go.id)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar